Cinta yang Buta vs Cinta yang Melihat

Rasa cinta di dalam hati kadang kala membuat kita
lupa akan segala hal yang ada dikenyataan kita, kadang pula kita
memaknai cinta sebagai hal yang lumrah dan wajar bagi kita. Tetapi pada
hakikatnya cinta adalah rahmat dari Allah SWT. dan merupakan salah satu
nikmat-Nya yang paling besar bagi diri kita sebagai seorang hamba Allah
SWT. oleh karena itu jagalah cinta, jangan sekali-kali engkau nodai
cinta yang suci ini wahai Bani Adam. Dan jagalah ia jangan sampai
hilang di telan oleh lumpur hidup yang siap menelan kapan saja.

Rasa
cinta ada pada hati setiap manusia, hewan, bahkan tumbuhan sekali pun.
Seandainya makhluk Allah SWT. selain Bani Adam bisa berbicara mungkin
ia akan berkata "Aku mencintaimu", kata cinta ini sungguh sangat
fenomenal dan luar biasa efeknya. Dengan kata cinta orang bisa
menangis, dengan kata cinta orang bisa bahagia, bahkan karena cinta
nyawa pun hilang.

Ketika rasa cinta meresap ke
dalam hati yang masuk melalui pori-pori tubuh sehingga buluk kuduk pun
berdiri tegak, dikarenakan hebatnya perkataan cinta maka kita pun akan
terperana dengan kehebatan kata cinta itu. Itulah fenomena yang terjadi
ketike seoarang jatuh cinta.

Orang yang sedang
bercinta akan merasakan indahnya dunia ini, sehingga ada jargon "dunia
hanya milik berdua", kata-kata ini mungkin bisa dikatakan lucu bagi
sebagian orang, karena kata ini mustahil terjadi, tetapi bagi orang
yang sedang jatuh cinta maka semuanya bisa terjadi walaupun pada
hakikatnya tidak akan terjadi. Hal ini berkaitan langsung dengan jargon
"cinta itu buta" kata ini di satu sisi mendukung adanya kata "dunia
hanya milik berdua" tapi di sisi yang lain perkataan "cinta itu buta"
sebuah ungkapan yang mengarah negatif, artinya kenapa dia mengatakan
dunia milik kita berdua? karena dia buta, tetapi buta di sini dalam
tanda kutip yaitu buta karena cinta yang semu.

Lalu  cinta apakah yang dapat melihat tetapi dunia milik kita bersama? Jawabannya  mahabbah fillah (cinta karena Allah).
Inilah konsep cinta yang sesungguhnya, inilah konsep cinta yang kekal,
inilah konsep cinta yang abadi, dan inilah konsep yang akan menolong
kita dari kengerian hari kiamat. Karena mahabbah fillah adalah salah
satu tanda orang yang mendapatkan naungan pada hari kiamat ketika tidak
ada naungan kecuali naungan Allah.

Oleh karena
itu, kita mencintai sesuatu apapun baik kekasih, guru, sahabat, teman,
orang tua, hewan peliharaan dan lain sebagainya hendaknya dikarenakan
Allah SWT, agar cinta kita itu di nilai ibadah. Bukan kah niat itu
sangat berpengaruh dalam perbuatan kita apalagi kita sebagai manusia
yang di ciptakan oleh Allah SWT. untuk beribadah oleh karena itu agar
semuanya ibadah diniatkan kerena Allah SWT. inilah yang di sebut dengan
mahabbah fillah (cinta karena Allah)

Jikalau
cinta sudah di rasuki oleh kata "karena Allah" maka sungguh nikmat dan
begitu syahdunya. Apalagi cinta ini dimaksudkan mencintai makhluk Allah
SWT. yang sudah barang tentu fana yang tidak kekal, maka kita pun akan
berpisah dengan sesuatu yang kita cintai itu karena ada sebuah
perkataan "ada pertemuan dan pasti ada perpisahan", tetapi bagi orang
yang sudah di rasuki oleh kata "karena Allah" maka ia tidak akan kecewa
dan tidak akan menyesal yang berlarut. Cinta yang dikarenakan Allah
SWT. akan memegang prinsip "cintailah kekasihmu jangan berlebihan"
karena cinta yang hakiki dan yang sebenarnya adalah cinta kepada
penciptanya.

Apalagi di tambah dengan kata-kata
"dunia milik bersama" , sungguh indahnya muslim, kita di perintahkan
untuk saling menasihati dan saling mengingatkan, karena dunia ini milik
kita bersama yang menjadi sarana mengumpulkan bekal yang banyak untuk
perjalanan yang jauh, lebih jauh lagi dari pada perjalanan mengelilingi
jagat ini dengan kecepatan cahaya. Bersyukurlah wahai Muslim dan
Muslimah.

Marilah untuk merubah konsepsi kita
dari cinta buta yang milik berdua kepada cinta yang melihat yang milik
bersama, karena alangkah indahnya saat hati ini melihat dan mengajak
bersama-sama untuk menuju surga-Nya Allah SWT. yang kekal dan Abadi.

Leave a Reply